Melalui sebuah tragedi, dua anggota petugas keamanan, yakni anggota TNI dan Polri, kehilangan nyawa saat melakukan upaya penyelamatan. Kejadian ini terjadi di Pantai Nirun, Tual, Maluku, ketika mereka berusaha menolong seorang pelajar yang tenggelam akibat arus laut yang kuat.
Kedua petugas heroik tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho dari Polda Maluku dan Serda Rangga dari TNI Angkatan Udara. Dengan keberanian dan semangat pengabdian, mereka melibatkan diri dalam penyelamatan meski menyadari risiko yang ada.
Musibah ini terjadi pada Minggu, 21 Juni, tepatnya pada pukul 14:40 WIT. Situasi di kawasan Pantai Nirun seketika menjadi mencekam ketika seorang siswa, Opy Hanubun, melompat dari tebing dan mengalami kesulitan berenang akibat arus yang deras.
Keberanian yang Menginspirasi dalam Misi Penyelamatan
Berdasarkan penjelasan dari Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, kedua anggota tersebut berusaha dengan sepenuh hati menyelamatkan nyawa siswa yang terjebak arus. Tindakan berani mereka merupakan manifestasi nyata dari dedikasi kepada masyarakat.
Rositah menjelaskan bahwa gugurnya mereka adalah kehilangan besar bagi institusi dan masyarakat. Almarhum Briptu Nanda dan Serda Rangga dikenang sebagai teladan dan inspirasi bagi setiap anggota Polri dan TNI.
Tindakannya menggambarkan komitmen keduanya dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung masyarakat. Selaras dengan prinsip bahwa setiap tindakan kemanusiaan patut mendapat penghargaan, Rositah menilai pengorbanan ini tidak boleh dilupakan.
Tragedi di Pantai Nirun: Sekilas Kronologi Kejadian
Musibah ini berawal ketika sekelompok siswa SMP berwisata di Pantai Nirun. Rombongan tersebut memilih lokasi tebing batu sebagai tempat berfoto dan hiburan. Namun, kebahagiaan itu terpaksa berubah menjadi situasi kritis ketika salah satu siswa melompat ke laut.
Opy, siswa yang melompat, awalnya tampak baik-baik saja, namun tak lama kemudian, ia terlihat berjuang melawan arus yang kencang. Permintaan pertolongan pun segera menyebar di antara teman-temannya.
Bersamaan dengan itu, Briptu Nanda dan Serda Rangga yang kebetulan berada di lokasi langsung merespons situasi mendesak tersebut. Tanpa pikir panjang, mereka melompat ke laut untuk menyelamatkan Opy, tetapi ombak yang besar menghalangi upaya tersebut.
Pengorbanan yang Menggerakkan Hati Masyarakat
Tragedi tersebut memicu respon cepat dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah warga ikut terjun ke laut untuk memberikan pertolongan, membuktikan betapa kuatnya rasa kebersamaan di saat-saat sulit. Upaya kolektif inilah yang berhasil menyelamatkan Opy dari tenggelam.
Setelah berhasil mengamankan Opy, Briptu Nanda dan Serda Rangga mengalami kesulitan dan terseret arus. Meskipun mereka berhasil membantu Opy, arus dan ombak yang besar menghantam mereka, menyebabkan kedua petugas tersebut kehilangan nyawa.
Briptu Nanda Tutupoho menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan Serda Rangga meninggal setelah mendapatkan perawatan di puskesmas. Keduanya dikenang sebagai pahlawan yang berkorban demi menyelamatkan orang lain.
