Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi siswa Sekolah Rakyat dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang dilakukan secara daring dengan Wakil Menteri Sosial dan Kepala Sekolah Rakyat.
Menurutnya, lingkungan yang aman dapat membantu siswa beradaptasi dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang baru bergabung atau berpindah dari sekolah rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen. Dalam konteks ini, diperlukan sikap empati serta dukungan dari semua pihak, terutama tenaga pendidik.
“Pastikan mereka aman dan nyaman, tidak ada perploncoan atau tindakan kekerasan,” ujarnya tegas. Ia menekankan bahwa masa ini seharusnya digunakan sebagai momen untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi baru.
Membangun Kedisiplinan dan Empati dalam Pendidikan
Gus Ipul, demikian ia biasa disapa, meminta kepala sekolah dan guru untuk memberikan pendampingan yang bersifat empatik kepada siswa. Pendampingan ini sangat penting agar siswa merasa diperhatikan dan didukung dalam proses transisi mereka.
“Kuatkan mereka, dampingi dengan penuh empati,” imbuhnya. Dengan begitu, diharapkan siswa dapat merasa betah dan nyaman saat berada di sekolah.
Penting juga untuk memastikan bahwa kebutuhan siswa terpenuhi, terutama mengingat pengalaman tahun sebelumnya yang banyak diwarnai dengan berbagai tantangan, seperti rasa rindu terhadap orang tua. Pendekatan yang baik diperlukan untuk menghadapi masalah-masalah tersebut.
Pentingnya Menjaga Sarana dan Prasarana Sekolah
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa gedung dan fasilitas sekolah harus dijaga dan dirawat dengan baik. Keberadaan sarana dan prasarana yang memadai akan memberikan dampak positif pada pengalaman belajar siswa.
Dia mengajak semua Kepala Sekolah Rakyat untuk menciptakan suasana disiplin yang terukur dan terencana. Salah satu langkah awal yang bisa diambil adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Kedisiplinan dan pendidikan karakter akan segera terlihat ketika memasuki Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Ipul. Oleh karena itu, perawatan fasilitas sekolah harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
MPLS di Sekolah Rakyat: Penyelenggaraan yang Terstruktur
Pada tahun ajaran ini, sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan melaksanakan MPLS secara bertahap dalam empat gelombang. Gelombang pertama akan dimulai pada 14 Juli dengan 19 Sekolah Rakyat Permanen.
Gelombang kedua akan dilaksanakan pada 31 Juli dengan melibatkan 63 Sekolah Rakyat Permanen. Selanjutnya, gelombang ketiga akan melibatkan 8 Sekolah Rakyat rintisan yang berada di Jabodetabek, dijadwalkan pada 15 Agustus, dan gelombang terakhir pada 31 Agustus dengan 11 Sekolah Rakyat Permanen.
Gus Ipul berharap dengan pembagian yang jelas ini, setiap sekolah dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik. Kegiatan MPLS ini harus dimanfaatkan untuk memberikan pengenalan yang komprehensif tentang sekolah kepada para siswa.
