Ziarah Kapolri ke Makam Bung Karno, Gus Dur, dan Soeharto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam tiga mantan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan hari ulang tahun ke-80 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2026. Kegiatan ini menggambarkan penghormatan dan penghargaan terhadap kontribusi tokoh bangsa dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Ziarah dimulai dengan mengunjungi makam Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, di kompleks Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur. Sigit beserta rombongan mengadakan doa bersama dan tabur bunga sebagai penghormatan kepada salah satu tokoh besar bangsa.

Acara dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Abdul Hakim Machfudz, yang juga memberikan sambutan hangat kepada Kapolri. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya dari menghargai sejarah dan tokoh-tokoh yang telah berjuang untuk kemajuan bangsa.

Pentingnya Ziarah Sebagai Bentuk Penghormatan

Menurut Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para tokoh bangsa yang berkontribusi dalam reformasi dan demokrasi. Gus Dur dianggap memiliki peran krusial dalam sejarah, terutama dalam memperkuat institusi Polri pascareformasi.

Johnny menekankan bahwa melalui ziarah ini, Korps Bhayangkara diingatkan untuk menghormati dan menjalankan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh pendiri bangsa. Melengkapi kegiatan ini adalah komitmen untuk menegakkan dan mempertahankan nilai-nilai tersebut di institusi Polri.

Gus Dur telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah bangsa, khususnya dalam upayanya membangun Polri menjadi institusi yang profesional dan mandiri. Proses ini menjadi landasan bagi generasi mendatang untuk terus mengingat dan melestarikan warisan tersebut.

Rangkaian Kegiatan Ziarah Kembali Dilanjutkan Ke Makam Pahlawan

Setelah mengunjungi makam Gus Dur, Kapolri dan rombongan melanjutkan perjalanan ke makam Presiden pertama RI, Sukarno, di Blitar, Jawa Timur. Ziarah ini berfokus pada refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pemimpin terdahulu yang sangat relevan hingga saat ini.

Sigit berkomitmen untuk menjaga dan meneruskan semangat perjuangan para pemimpin bangsa terdahulu. Ia menggarisbawahi pentingnya mengingat nilai-nilai yang telah diajarkan untuk dipraktikkan dalam menjalankan tugas pokok Polri.

Rangkaian ziarah ini mencerminkan tradisi serta keinginan Polri untuk terus menggali dan menyerap nilai-nilai tinggi dari para pemimpin, yang mempunyai dampak signifikan bagi institusi Polri dan masyarakat. Dengan demikian, Polri diharapkan dapat menjadi institusi yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Ziarah Ke Makam Soeharto dan Taman Makam Pahlawan Kalibata

Dalam serangkaian ziarah, Kapolri juga mengunjungi makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun. Di sana, Ia bersama rombongan melakukan doa dan menaburkan bunga sebagai penghormatan kepada mantan presiden yang telah berjasa bagi bangsa.

Kapolri menjelaskan bahwa ziarah ini sangat penting sebagai bagian dari komitmen Polri untuk mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pemimpin bangsa. Melalui tradisi ini, generasi penerus diharapkan dapat mencerminkan semangat dan nilai-nilai yang sia-sia jika tak diimplementasikan.

Setelah mengunjungi makam Soeharto, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Tradisi penanaman bunga dan pembacaan doa merupakan simbol rasa syukur atas jasa para pahlawan yang telah berkorban bagi negara.

Related posts