Debut Koleksi Sepatu Merah Berbulu Jaden Smith Senilai Rp33,5 Juta Mendapatkan Olokan

Jaden Smith, seorang selebriti multitalenta yang dikenal sebagai aktor, penyanyi, dan pengusaha, baru-baru ini mengukir namanya di dunia mode dengan meluncurkan koleksi perdana sebagai Direktur Kreatif Pria pertama bagi sebuah rumah mode legendaris. Melalui peluncuran koleksinya di Paris Fashion Week 2026, Smith menghadirkan sebuah desain yang sangat mengesankan dan memicu berbagai reaksi dari publik.

Koleksi tersebut mencakup sepatu unik yang disebut The Ball Shoe, yang menarik perhatian banyak kalangan. Sepatu ini menjadi sorotan utama berkat desainnya yang mencolok dan penggunaan bahan yang tak biasa, membuat banyak pecinta mode berdebat tentang keindahan dan keabsahannya.

Desain Unik yang Memecah Tradisi Mode Pria

Desain sepatu ini terinspirasi dari gaya Oxford College yang klasik, namun diberi sentuhan modern yang terasa segar. Dengan menggunakan bulu kambing berbulu panjang dan kulit sapi muda, sepatu tersebut berani menantang norma-norma tradisional dalam dunia fashion pria.

Logo Maison Christian Louboutin Canopy yang diukir dengan laser memberikan elemen kejutan, karena sebagian tersembunyi di balik bulu. Ini menghasilkan efek yang membuat sepatu ini semakin intrik dan menarik perhatian setiap orang yang melihatnya.

Harga yang ditawarkan untuk setiap pasangan sepatu adalah USD 1.990 (sekitar Rp 33,5 juta), yang mencerminkan kualitas dan inovasi di balik desain tersebut. Meski harganya selangit, banyak yang bertanya apakah desain ini pantas didapatkan dengan harga tersebut.

Reaksi Publik dan Kritikan yang Mengemuka

Setelah peluncuran, berbagai komentar dan kritik mulai berdatangan dari kalangan pengamat mode. Sebagian besar kritik menyasar bentuk sepatu yang dianggap nyeleneh dan kontroversial. Banyak yang menyamakan desain sepatu ini dengan karakter-karakter dari dunia hiburan, seperti Ronald McDonald dan Elmo dari Sesame Street.

Influencer gaya Kevin Shephard menyatakan bahwa ia sangat kecewa dengan koleksi tersebut, meskipun ia sebelumnya telah memberikan dukungan penuh kepada Smith. Kritikan tajam ini menunjukkan betapa beratnya ekspektasi yang digantungkan padanya sebagai Direktur Kreatif.

Pendapat lain juga mengemuka di platform media sosial, di mana komentator mode menyebut sepatu tersebut ‘seperti menguliti Elmo hidup-hidup’. Lebih lanjut, mereka membahas tentang beberapa aksesoris lain yang dianggap tidak proporsional, menambah ironi pada peluncuran yang seharusnya bersifat prestisius ini.

Inovasi dalam Bahan dan Teknik Pembuatan

Walaupun banyak yang mengkritik desain, penting untuk mengapresiasi inovasi yang ditawarkan dalam koleksi tersebut. Penggunaan bulu kambing dan teknik pembuatan yang cermat menjadi sorotan utama, menunjukkan komitmen Jaden Smith untuk menggunakan bahan berkualitas tinggi. Ini bukanlah sekadar sepatu biasa; ini adalah pernyataan seni.

Proses pembuatan yang rumit dan perhatian terhadap detail menjadikan sepatu ini sebuah karya seni fashion. Meskipun desainnya dapat diperdebatkan, keahlian craftsmanship yang ditawarkan harus diakui dan dihargai.

Selain itu, penggabungan elemen modern dalam tren tradisional memberi kontribusi bagi pelestarian inovasi di pasar fashion, yang semakin hari semakin bervariasi. Tak heran jika banyak desainer mulai menjelajahi batasan dalam menciptakan karya mereka.

Penilaian akhir dan Masa Depan Jaden Smith dalam Dunia Mode

Dari berbagai sudut pandang, Jaden Smith berusaha untuk keluar dari zona nyaman dan menciptakan sesuatu yang luar biasa. Tantangan untuk menerima keberagaman dalam desain dan bahan merupakan upaya yang patut diapresiasi, meskipun banyak yang tidak sepakat dengan pilihan estetiknya.

Keberanian dalam mengambil risiko dan keberanian untuk berdiri di tengah kritik merupakan ciri-ciri pemimpin visioner di industri mode. Meskipun koleksi ini mungkin tidak diterima secara universal, itu menjadi bagian dari perjalanan Smith untuk membangun karir di dunia mode.

Masa depan Jaden Smith di industri ini tampaknya menjanjikan, dan setiap langkah yang diambilnya akan terus melibatkan diskusi dan debat di kalangan pengamat dan penggemar mode. Apakah koleksi berikutnya akan lebih diterima, hanya waktu yang akan menjawab.

Related posts