Di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan penerbangan, maskapai-maskapai di Korea Selatan semakin ketat dalam mengatur penggunaan perangkat berbaterai lithium oleh penumpang. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah risiko kebakaran yang dapat disebabkan oleh baterai lithium-ion.
Salah satu contoh yang mencolok adalah pengalaman seorang wisatawan asal Australia, Ellie Tran, yang terpaksa meninggalkan catokan nirkabelnya di bandara. Meski sudah beberapa kali membawa perangkat serupa sebelumnya, kebijakan baru membuatnya tidak bisa membawa pulang alat tersebut.
Pengalaman Ellie mencapai perhatian publik setelah ia berbagi cerita mengenai pengalamannya di media. Larangan terhadap alat-alat pemanas bertenaga baterai ini tampaknya menunjukkan bahwa maskapai penerbangan semakin serius dalam menjaga keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
Perangkat Bertenaga Baterai dan Risiko Kebakaran
Maskapai penerbangan utama di Korea Selatan kini melarang penumpang membawa berbagai alat pemanas yang menggunakan baterai. Kebijakan tersebut mencakup catokan rambut, pengeriting, dan penghangat tangan isi ulang yang tidak memiliki baterai yang dapat dilepas.
Larangan ini diterapkan untuk semua rute, baik itu di bagasi kabin maupun bagasi tercatat. Dalam beberapa kasus, petugas keamanan di Bandara Internasional Incheon bahkan dapat menandai perangkat lain yang menggunakan baterai dan menghasilkan panas atau cahaya intensitas tinggi.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, mengingat insiden kebakaran akibat baterai lithium-ion telah meningkat. Oleh karena itu, perhatian lebih diberikan kepada perangkat yang memerlukan kontrol ketat dalam penggunaannya selama penerbangan.
Regulasi Internasional dan Keselamatan Penerbangan
Penerapan kebijakan ini sejalan dengan panduan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Organisasi tersebut telah mengeluarkan arahan untuk meningkatkan pengendalian terhadap perangkat bertenaga lithium yang aktif selama penerbangan.
Saat ini, aturan yang diterapkan mengizinkan perangkat dengan baterai yang dapat dilepas atau diputus sepenuhnya dalam mode pesawat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh kebakaran baterai yang sulit dipadamkan di dalam pesawat.
Berbagai insiden kebakaran di dalam pesawat akibat baterai lithium telah memicu tindakan tegas ini. Maskapai penerbangan merasa perlu untuk melindungi penumpang dan menjaga keselamatan selama penerbangan.
Pengalaman Penumpang dan Persepsi Publik
Pengalaman Ellie Tran tidak hanya mencerminkan peraturan baru, tetapi juga bagaimana persepsi publik terhadap keselamatan penerbangan berubah. Banyak penumpang lainnya mulai mengikuti perkembangan aturan ini dan melakukan penyesuaian dalam menyimpan barang bawaan mereka.
Media sosial juga berperan penting dalam menyebarkan informasi mengenai kebijakan terbaru ini. Banyak penumpang yang kini lebih berhati-hati dalam membawa perangkat elektronik yang mungkin melanggar aturan.
Dalam konteks ini, edukasi menjadi kunci untuk memastikan bahwa penumpang memahami peraturan yang ada dan bertindak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan.
