Ranking FIFA terkini telah resmi dirilis, dan Indonesia masih terperosok di urutan 122, posisi yang cukup mengecewakan bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Posisi ini merupakan cerminan dari performa tim yang tidak juga mengalami kemajuan berarti, meskipun telah berusaha untuk memperbaiki penampilannya di ranah internasional.
Per 20 Januari 2026, Timnas Indonesia tercatat memiliki 1144,73 poin. Meskipun tidak mengalami penurunan posisi, stagnasi ini disebabkan oleh tidak dimanfaatkannya agenda FIFA Matchday pada November 2025 oleh pihak PSSI.
Sejak Oktober 2025, Indonesia memang telah menempati posisi yang sama dalam ranking dunia, yang semakin memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi untuk memperbaiki citranya di kancah sepak bola. Bagi banyak pihak, hasil ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen dan strategi pengembangan sepak bola di Indonesia.
Penyebab Stagnasi Timnas Indonesia dalam Ranking FIFA
Kekalahan dalam pertandingan terakhir melawan Arab Saudi dan Irak semakin memperburuk kondisi Timnas Indonesia di klasemen dunia. Dua kekalahan berturut-turut dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut jelas menunjukkan adanya masalah mendalam di tim.
Salah satu alasan utama stagnasi ini adalah kurangnya kesempatan untuk bertanding pada matchday FIFA. PSSI seharusnya memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan pengalaman dan performa pemain melalui laga-laga internasional, namun kesempatan itu terlewatkan.
Beberapa pengamat menilai bahwa pendekatan kepelatihan dan pengembangan pemain juga perlu dievaluasi. Dengan sedikitnya kompetisi internasional, akan sangat sulit bagi pemain untuk merasakan tekanan yang diperlukan untuk berkembang dalam level yang lebih tinggi.
Perbandingan dengan Tim ASEAN Lainnya
Situasi ini kontras dengan posisi Thailand yang berada di peringkat 96. Meski tidak mengalami perubahan, skuad Gajah Perang masih menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan koleksi 1243,27 poin. Hal ini menunjukkan bahwa tim lain di kawasan ASEAN dapat terus berkembang meski dalam situasi yang sulit.
Sementara itu, Vietnam harus puas menempati posisi ke-108 setelah turun satu peringkat. Masalah internal juga terlihat di Malaysia, yang kini berada di peringkat 121, hanya satu tingkat di atas Indonesia. Malaysia tengah menghadapi tantangan serius akibat isu pemalsuan dokumen naturalisasi pemain.
Perbandingan ini menunjukkan betapa pentingnya komitmen pada pengelolaan tim dan pengembangan strategi yang lebih baik agar dapat bersaing tidak hanya di tingkat ASEAN tetapi juga di kancah dunia.
Papan Atas Ranking FIFA Bulan Januari 2026
Di tengah perdebatan mengenai posisi Indonesia, papan atas ranking FIFA masih dihuni oleh tim-tim tangguh seperti Spanyol yang meraih peringkat pertama dengan 1877,18 poin. Diikuti oleh Argentina dan Prancis, tim-tim ini merupakan contoh nyata dari manajemen dan pengembangan yang berhasil.
Adapun Maroko berhasil melesat ke posisi kedelapan setelah tampil cemerlang di Piala Afrika 2026. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi negara-negara lain untuk meningkatkan prestasi mereka dalam sepak bola.
Setiap peringkat di klasemen seharusnya menjadi acuan bagi Timnas Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan merancang strategi baru. Kesempatan untuk berkompetisi di kancah internasional harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan pemain.
