Syuting Film Alas Roban, Taskya Namya Sebut Michelle Ziudith Menyenangkan dan Tak Terduga

Film Alas Roban karya sutradara Hadrah Daeng Ratu telah menarik perhatian banyak pihak dengan sederet kisah menarik di balik lokasi syutingnya. Taskya Namya, salah satu pemain utama, berbagi pengalaman dan kesan mengenai para pemain lain, terutama Michelle Ziudith yang menjadi rekannya setelah 12 tahun terpisah.

Dalam perbincangan mengenai keceriaan di lokasi syuting, Taskya menilai bahwa kehadiran Michelle sebagai sosok yang unik dan penuh kejutan. Tersimpan banyak cerita seru yang mendefinisikan proses syuting film ini dan dinamika antara para pemain yang terlibat.

Dengan banyaknya pengalaman seru di lokasi syuting, para aktor saling memberikan warna yang berbeda. Hal ini tentu saja pantas untuk diulas lebih dalam agar penonton lebih mengenal karakter dan interaksi di balik layar film ini.

Pembagian Peran yang Menarik dalam Film

Pada film Alas Roban, pembagian peran sangat strategis dan mendukung alur cerita. Michelle Ziudith berperan sebagai Sita yang merupakan ibu satu anak yang berjuang meraih nasib di Semarang, Jawa Tengah. Keberadaan Sita dalam film ini memberikan penggambaran tentang kekuatan seorang ibu yang berjuang untuk keluarga.

Taskya Namya, sebagai Tika, sepupu Sita, memiliki peran yang berbeda. Dia bukan hanya sekedar pendukung; perannya sebagai teman dan pemandu Sita memberikan nuansa yang hangat dan melengkapi cerita. Keduanya berkolaborasi menarik dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Rio Dewanto, sebagai karakter lain, menambah dinamisasi dalam interaksi antara para tokoh utama. Kehadiran ketiganya menciptakan harmoni sekaligus ketegangan yang dibangun dengan baik, membawa penonton pada pengalaman visual yang mendebarkan.

Momen Tak Terlupakan Selama Syuting

Salah satu momen paling mengesankan yang diingat oleh Taskya adalah ketika syuting adegan Gendis, anak Sita, kerasukan setan. Kejadian ini mengguncang suasana dan menambah ketegangan on set. Michelle Ziudith tampak syok melihat perubahan mendadak dalam karakter Fara Sakhila yang berperan sebagai Gendis.

Kejadian tersebut memperlihatkan sisi alami peran yang dimainkan oleh setiap pemeran, bahkan mereka sampai terjaga dalam kederasan suasana. Respons Michelle saat melihat Fara beraksi menjadi titik puncak yang mendemonstrasikan dedikasi dan keterlibatan emosi para aktor.

Taskya juga mengungkapkan bagaimana situasi tersebut membuat mereka belajar untuk saling mendukung satu sama lain. Meskipun terkejut, mereka mampu menyelesaikan syuting dengan penuh keceriaan setelah beberapa saat, membangun kenangan tersendiri di antara mereka.

Antusiasme Di Balik Layar: Hubungan Antar Pemain

Hubungan antar pemain tidak hanya tentang kerja sama di layar, namun juga menciptakan kenangan dan ikatan yang kuat. Taskya menjelaskan bahwa Michelle Ziudith adalah sosok yang menyenangkan tetapi sangat unpredictable. Kehadiaannya membuat suasana lokasi syuting menjadi lebih ceria dan hidup.

Selain itu, interaksi yang mereka jalani di lokasi syuting memberikan tantangan tersendiri bagi Taskya. Ia harus beradaptasi dengan keunikan karakter yang dibawa oleh Michelle dan belajar untuk menjaga dirinya tetap fokus dalam menyerap semua pengalaman berharga selama proses syuting.

Rio juga menunjukkan dukungan dan toleransi terhadap sisi humoris yang ada di antara mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana sikap positif di antara para pemain dapat menciptakan suasana yang lebih produktif dan menyenangkan.

Related posts