Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menyerukan seluruh jajaran pengurus partai di provinsi tersebut untuk bekerja secara maksimal dan solid. Seruan ini disampaikan setelah beliau mendapatkan amanah untuk memimpin DPD PDI Perjuangan periode 2025-2030, di mana tantangan politik yang semakin dinamis memerlukan kerja kolektif dari semua kader.
Dengan semangat membangun, Said menghimbau agar setiap anggota mengambil peran aktif dalam memperkuat partai. Kerja kolektif yang berbasis gotong royong diharapkan dapat menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan datang.
“Agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik, saya memohon kepada rekan-rekan yang baru saja dilantik agar bersedia untuk all out dan aktif dalam membesarkan partai,” tegasnya. Hal ini penting agar visi dan misi partai dapat tercapai dalam waktu lima tahun ke depan.
Strategi Meningkatkan Pengaruh PDI Perjuangan di Jawa Timur
Said menekankan bahwa dasar keberhasilan PDI Perjuangan di Jawa Timur terletak pada pemahaman yang dalam tentang demografi dan tren yang ada. Untuk itu, setiap kader diharapkan memiliki visi yang realistis dan tidak hanya sekedar bermimpi. “Kami berharap agar setiap program yang dirancang dapat menjadi kenyataan yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Said.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga kualitas kader, yang harus bisa diandalkan, loyal, dan ideologis. Sebuah partai tidak hanya dibangun dari jumlah anggota, tetapi juga dari integritas dan komitmen setiap individu di dalamnya.
“Dengan kehadiran lebih dari 500 ribu anggota saat ini, target kami ke depan adalah menambah jumlah anggota menjadi 1 hingga 1,5 juta,” jelasnya. Pertumbuhan ini harus diimbangi dengan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Peran Program Kerakyatan dalam Membangun Hubungan dengan Masyarakat
Said berpendapat bahwa kehadiran program-program kerakyatan adalah langkah strategis untuk menjangkau masyarakat. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan meningkatkan minat masyarakat untuk bergabung dengan PDI Perjuangan. Hal ini menjadi penting untuk merespons kebutuhan rakyat yang terus berkembang.
“Melalui pelaksanaan program yang tepat, kami yakin bisa menjangkau hati masyarakat,” ujarnya. Said menegaskan bahwa pendekatan pragmatis yang transaksional tidak akan membawa keberhasilan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa partai harus menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai landasan program yang dijalankan. Dengan cara ini, PDI Perjuangan bisa membangun dukungan yang solid dari rakyat.
Optimalisasi Potensi Pemilih Muda di Jawa Timur
Mencermati data demografis, Said menyoroti potensi besar yang dimiliki generasi muda di Jawa Timur. Sekitar 11,7 juta orang generasi Z dan Alpha akan menjadi pemilih dominan di Pemilu 2029. Oleh karena itu, PDI Perjuangan perlu merancang program khusus yang menarik bagi segmen ini.
Program Youth Venture Fund (YVF) menjadi salah satu solusi untuk mengakomodasi kebutuhan generasi muda dalam hal permodalan dan peningkatan keterampilan. “Kami ingin mendorong lahirnya 50 ribu startup baru hingga 2030,” imbuh Said.
Melalui program ini, diharapkan generasi muda bisa mendapatkan akses modal tanpa jaminan dan pelatihan keterampilan yang sesuai. PDI Perjuangan ingin memastikan bahwa kebijakan daerah juga berpihak pada generasi muda, termasuk dalam hal pendidikan tinggi dan penciptaan lapangan kerja.
