Sebuah video yang menunjukkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, tengah bermain golf belakangan ini menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Video ini muncul di tengah situasi darurat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra, yang tampaknya menciptakan kontras antara kegiatan santai dan kondisi yang sangat serius di lapangan.
Dalam klip yang beredar, dijelaskan bahwa Dadan terlihat menikmati permainan golf sementara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah lainnya sibuk menangani krisis di Aceh. Sebuah narasi menyebutkan, “Diduga Kepala BGN Dadan Hindayana asyik bermain golf di tengah bencana Sumatra,” yang mendapatkan berbagai reaksi dari netizen.
Video tersebut menunjukkan Dadan yang mengenakan kacamata hitam dan kaos hijau, dikelilingi oleh rekan-rekannya. Meskipun banyak skeptisisme terkait timing dan lokasi akivitas tersebut, Dadan akhirnya memberikan keterangan untuk menjelaskan posisinya terhadap video ini.
Penjelasan Dadan soal Aktivitas Golf-nya di Tengah Bencana
Dadan Hindayana menjelaskan bahwa video tersebut adalah rekaman nyata dari acara yang dia ikuti. Dalam keterangannya, dia menegaskan bahwa dirinya hadir dalam acara Charity Golf yang diselenggarakan oleh Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB, di mana dia berperan sebagai Ketua Dewan Pembina.
“Iya itu benar. Saya hadir di acara Charity Golf oleh Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB,” jelas Dadan pada dalam sebuah wawancara. Pernyataan ini berusaha mengklarifikasi bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata hobi, melainkan bagian dari tujuan yang lebih besar.
Lebih lanjut Dadan menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya penggalangan dana untuk membantu penyediaan beasiswa kepada mahasiswa dan korban bencana di Sumatra. Dengan begitu, dia berharap dapat memberikan kontribusi positif meskipun dalam momen yang tampaknya tidak tepat.
Makna Kegiatan Charity Golf dalam Pandangan Dadan
Acaranya diselenggarakan pada 14 Desember 2025, dan merupakan bagian dari upaya penggalangan dana yang lebih luas. Dadan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekedar bermain golf, tetapi juga merupakan usaha untuk membantu sesama di tengah kesulitan.
“Saya support teman-teman yang menggalang dana untuk beasiswa dan bencana Sumatera,” ia menambahkan, mengindikasikan bahwa ada tujuan mulia di balik partisipasinya dalam acara tersebut. Menurutnya, olahraga dan amal bisa berjalan beriringan, menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam situasi yang sama, pernyataan ini diharapkan bisa mengurangi stigma negatif terhadapnya karena terlihat sedang bersenang-senang di lapangan golf saat situasi darurat berlangsung. Dadan menekankan pentingnya memahami konteks acara yang diikutinya.
Dampak Media Sosial Terhadap Opini Publik
Keberadaan video ini juga menunjukkan bagaimana media sosial mampu mempengaruhi opini publik secara massal dan cepat. Dalam waktu singkat, bahan diskusi berubah dari sekadar video menjadi sorotan bagi banyak orang mengenai etika kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Reaksi publik pun beragam, mulai dari dukungan sampai kritik tajam terhadap keputusannya. Hal ini menggarisbawahi potensi dampak yang dimiliki platform digital dalam membentuk persepsi masyarakat tentang figur publik. Dadan, dalam konteks ini, berada di pusat perhatian dengan beban tanggung jawab yang sesungguhnya cukup besar.
Di satu sisi, video tersebut bisa saja memperlihatkan sisi positif seorang pemimpin yang terlibat dalam kegiatan amal. Namun di sisi lain, situasi yang dihadapi masyarakat di Sumatra menghadirkan pertanyaan tentang fokus dan prioritas seorang pejabat publik di tengah krisis kemanusiaan.
Melihat Ke Depan: Tanggung Jawab Sosial Seorang Pemimpin
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya bagi setiap pemimpin untuk tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi juga mampu melakukan aksi nyata yang sejalan dengan apa yang mereka sampaikan. Dalam konteks bencana, tindakan cepat dan taktis sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang sedang berlangsung.
Keberan Dadan dalam menggelar acara golf untuk penggalangan dana seharusnya menjadi pemacu untuk lebih banyak inisiatif yang memberi dampak positif. Dalam sistem sosial yang semakin rumit ini, pemimpin publik harus mampu beradaptasi dan memastikan tidak ada yang terabaikan.
Menyadari tantangan yang dihadapinya, Dadan mungkin akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang bisa berpengaruh pada citranya ke depan. Tentunya, dia juga akan lebih menjunjung tinggi nilai-nilai kepemimpinan yang harus mampu mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat di sekelilingnya.
