Pelatih Portugal Mengakui Tidak Melihat Adu Penalti Melawan Brasil

Pelatih timnas Portugal U-17, Bino Macaes, mengungkapkan bahwa ia tidak menyaksikan momen krusial saat pertandingan semifinal Piala Dunia U-17 2025 melawan Brasil berlanjut ke adu penalti. Momen tersebut terjadi di Lapangan 7 Aspire Zone, di mana Portugal berhasil mengalahkan Brasil 6-5 setelah ekstra waktu yang berakhir dengan imbang 0-0. Kiper Ethiopia, Romario Cunha, yang ditugaskan sebagai penendang kelima, gagal mengeksekusi penalti tersebut.

Untungnya bagi tim Portugal, penendang kelima Brasil, Ruan Pablo, juga gagal menjalankan tugasnya. Adu penalti terpaksa dilanjutkan hingga penendang tambahan, yang menjadi penentu kemenangan Portugal dan membawa mereka ke final.

Keberuntungan Portugal berlanjut ketika penendang ketujuh Brasil, Angelo, turut gagal. Dengan hasil ini, Portugal U-17 mencetak sejarah baru mereka dengan melangkah ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Perjalanan Sejarah Timnas Portugal U-17 di Piala Dunia

Pencapaian Portugal di Piala Dunia U-17 2025 menjadi titik penting dalam sejarah sepak bola mereka. Sebelumnya, kesuksesan terbaik Portugal di ajang serupa adalah menempati peringkat ketiga pada tahun 1989. Ini merupakan penampilan ketiga mereka di Piala Dunia U-17, di mana tahun ini menjadi yang paling menggembirakan.

Macaes menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hadiah bagi seluruh tim atas kerja keras yang telah mereka lakukan selama ini. Para pemain muda ini menunjukkan potensi yang luar biasa dan keberanian di lapangan, tidak hanya dalam bertahan tetapi juga dalam menyerang.

Dalam pandangannya, semifinal melawan Brasil terasa seperti pertarungan antara tim senior. Macaes mengakui bahwa intensitas dan taktik yang ditunjukkan oleh para pemain muda Portugal sejalan dengan pertandingan di level yang lebih tinggi.

Analisis Pertandingan dan Kinerja Tim

Macaes memuji performa anak asuhnya yang sangat kohesif di lini pertahanan. Ia merasa bahwa timnya mampu mengontrol jalannya permainan dan menciptakan lebih banyak peluang untuk mencetak gol dibandingkan Brasil. Meskipun ada kekurangan dalam penyelesaian akhir, ia tetap percaya bahwa timnya telah memberikan yang terbaik.

“Secara defensif, kami sangat kuat. Kinerja pemain kami sangat mengesankan, dan mereka menunjukkan fokus serta dedikasi yang tinggi,” ujarnya. Hal ini menjadi catatan positif bagi perkembangan pemain muda di pentas internasional.

Tidak hanya itu, Macaes juga menekankan pentingnya pembelajaran dari setiap pertandingan. Kesempatan untuk bermain di level tinggi seperti ini sangat bermanfaat bagi perkembangan masing-masing pemain, baik di dalam maupun luar lapangan.

Tanggapan Pelatih tentang Adu Penalti

Meski berhasil lolos, Macaes mengaku tidak melihat secara langsung proses adu penalti tersebut. “Saya berusaha untuk tidak melihatnya. Saya tidak percaya pada takhayul, tetapi momen seperti itu sering kali menciptakan ketidakpastian,” ungkapnya. Komentar ini menunjukkan bahwa sebagai pelatih, terkadang emosi dan rasa cemas dapat memengaruhi konsentrasi.

Ia juga menambahkan bahwa adu penalti adalah aspek yang membuat banyak pelatih maupun pemain merasa tertekan. Melihat timnya gagal melalui momen tersebut bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan, tetapi mereka berhasil melaluinya dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Dengan pencapaian ini, Portugal tidak hanya bertekad untuk mengukir sejarah di Piala Dunia U-17, tetapi juga untuk memberikan inspirasi bagi generasi mendatang. Momen ini patut dicatat dalam sejarah sepak bola Portugal dan dunia.

Related posts