Tim SAR gabungan baru saja menemukan korban kedua dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini merupakan langkah krusial dalam proses pencarian dan evakuasi korban yang sangat sulit dilakukan di lokasi yang menantang.
Korban dalam pencarian ini ditemukan oleh Saiful Malik, seorang anggota tim SAR berusia 34 tahun. Ia melaporkan bahwa korban ditemukan sekitar 100 meter dari titik jatuh pesawat, dengan kondisi yang sangat mengenaskan dan lingkungan yang penuh dengan reruntuhan dan pepohonan.
“Saya menyisir ke lereng sebelah kanan dan menemukan bekas pohon serta batu yang pecah. Di situlah korban ditemukan dalam keadaan tengkurap di lereng yang sangat curam,” ujarnya dari posko SAR Tompo Bulu.
Detail Pencarian Korban yang Sulit di Medan Berbahaya
Korban kedua yang ditemukan adalah seorang perempuan, yang posisinya berada di kedalaman 300 meter. Kondisi saat penemuan sangat sulit, dengan tim SAR harus menghadapi medan yang curam dan berkabut, membuat evakuasi menjadi lebih kompleks.
Tim SAR juga menemukan name tag yang diduga milik kru pesawat, menambah kesedihan atas tragedi ini. Semua anggota tim merasa bertanggung jawab untuk berusaha sebaik mungkin dalam proses pencarian ini, meski tantangannya tidak pernah ringan.
Untuk memastikan identitas korban, Saiful mengatakan bahwa ia dan tim menunggu anggota lainnya sebelum mendekati dan mengidentifikasi lebih lanjut. Proses identifikasi ini menjadi sangat penting untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
Kondisi Korban saat Ditemukan dan Tantangan Evakuasi
Kondisi tubuh korban kala ditemukan cukup utuh meskipun mengalami berbagai cedera. Tim SAR melaporkan bahwa bagian perut korban agak terburai dan kaki sebelah kanan patah, tetapi bagian kepala masih bisa dikenali.
Anggota tim SAR lainnya, Serda Marinir Syamsul Alam, menambahkan bahwa medan yang sangat terjal dan kabut tebal memperlambat proses evakuasi. Meski begitu, tim tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membawa korban ke tempat yang lebih aman.
Korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dipindahkan untuk memastikan posisinya tetap aman, meskipun tetap berada jauh di dalam hutan dengan rute yang sulit diakses.
Penemuan Serpihan Pesawat dan Kesulitan yang Dihadapi Tim SAR
Selain menemukan korban, tim SAR juga menemukan beberapa serpihan pesawat di sekitar lokasi. Serpihan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memahami lebih dalam penyebab kecelakaan ini dan untuk mempersiapkan langkah-langkah berikutnya.
Salah satu anggota tim menyebutkan bahwa serpihan terdekat yang mereka temukan adalah baterai dan potongan besar mesin. Pencarian ini terus dilakukan, meski kondisi cuaca di Gunung Bulusaraung sangatlah tidak bersahabat.
“Karena cuaca buruk, kami tidak dapat langsung mengevakuasi jenazah ke posko SAR,” kata Syamsul. Pihak tim sudah mempersiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengatasi suhu dan medan yang telah menantang mereka.
