Kuil Wat Arun Bangkok Tingkatkan Aturan bagi Fotografer Lokal Usai Insiden Teriakan Turis

Wat Arun Ratchawararam Ratchawaramahawihan, sebuah kuil ikonik di Bangkok, Thailand, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah beberapa fotografer lokal dituduh mengganggu wisatawan. Tindakan ini menuai banyak keluhan yang akhirnya membuat pihak kuil merilis permohonan maaf terhadap situasi yang tidak nyaman tersebut.

Kuil ini terkenal akan keindahan arsitekturnya dan sering menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin mengambil foto. Namun, ketenangan kuil mulai terganggu oleh perilaku beberapa fotografer yang menganggap wisatawan sebagai target untuk meningkatkan keuntungan pribadi mereka.

Isu ini mengangkat perhatian publik setelah pengusaha Krisda “Pond” Witthayakhajorndet mengungkapkan pengalamannya di media sosial. Ia menyebutkan bahwa perilaku fotografer tersebut memberikan dampak negatif terhadap kunjungan wisatawan ke kuil.

Fenomena Pakaian Tradisional di Kuil Wat Arun

Seiring dengan meningkatnya minat wisatawan, ada tren baru di mana pengunjung mengenakan pakaian tradisional saat berkunjung ke kuil. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman budaya yang lebih mendalam tetapi juga menciptakan peluang untuk sesi foto yang lebih menarik.

Banyak pengunjung, baik lokal maupun asing, merasa bahwa berpakaian tradisional meningkatkan keindahan foto mereka di lokasi tersebut. Ini juga mendukung praktik penyewaan kostum yang tengah berkembang di daerah sekitar kuil.

Dengan meningkatnya popularitas sesi foto ini, banyak penyedia jasa fotografi dan penyewaan kostum mulai menemukan peluang baru. Mereka sering kali menawarkan layanan yang menggoda, yang pada gilirannya menarik lebih banyak wisatawan untuk berpartisipasi.

Tindakan Tidak Pantas Fotografer di Sekitar Kuil

Sayangnya, dengan meningkatnya permintaan untuk layanan fotografi, beberapa fotografer mulai berperilaku tidak etis. Mereka dilaporkan mengusir orang-orang dari latar belakang foto atau berteriak pada pengunjung untuk tidak bergerak.

Perlakuan semacam ini tidak hanya membuat wisatawan merasa tidak nyaman, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak menyenangkan di tempat suci. Banyak orang yang datang untuk menikmati keindahan kuil menjadi frustrasi dengan tindakan para fotografer tersebut.

Dalam situasi ini, penting untuk memastikan bahwa semua pengunjung dapat menikmati tempat tersebut tanpa merasa terganggu oleh tindakan individu tertentu. Wat Arun, sebagai ruang publik, seharusnya tidak diubah menjadi arena bisnis yang eksploitatif.

Reaksi Publik dan Tanggapan Otoriatas

Kritik dari publik, termasuk berbagai pengalaman buruk dari para wisatawan, menyebabkan pihak berwenang mengatasi masalah ini. Mereka mulai memperhatikan keluhan yang diajukan dan melakukan penyelidikan terkait perilaku fotografer di kuil tersebut.

Pihak Kepolisian Pariwisata Thailand kini terlibat untuk mengatur situasi dan memastikan bahwa semua pengunjung dapat menikmati kunjungan mereka tanpa gangguan. Ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap tindakan komunikasi di tempat-tempat wisata sangat penting.

Tekanan dari masyarakat juga menjadi dorongan bagi pihak kepolisian untuk bertindak cepat dan reproduktif. Penanganan situasi ini diharapkan dapat memperbaiki citra kuil dan memberikan pengalaman positif bagi setiap pengunjung.

Related posts