Amankan Nataru, Kapolri Kerahkan 147 Ribu Personel Gabungan

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengumumkan penempatan sekitar 147.000 personel untuk mengamankan perayaan Natal tahun ini dan menyambut Tahun Baru. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Polri menurunkan kurang lebih 147.000 personel gabungan,” ujar Listyo setelah melakukan kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta menjelang pelaksanaan misa Natal. Langkah ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menjaga keamanan, terutama di tempat-tempat ibadah selama momen penting tersebut.

Selain Polri, pihak kepolisian juga mengajak komunitas lokal seperti Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda dan Barisan Ansor Serbaguna untuk turut serta dalam menjaga keamanan saat perayaan. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan gereja-gereja selama perayaan Natal berlangsung.

Pentingnya Pengamanan Selama Perayaan Natal dan Tahun Baru

Perayaan Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momen yang dinanti, tidak hanya oleh umat Kristiani tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Dengan adanya pengamanan yang ketat, diharapkan semua orang dapat merayakan dengan tenang tanpa khawatir akan gangguan keamanan.

Listyo Sigit juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman. Kegiatan pengamanan ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk memastikan keamanan bagi umat yang sedang merayakan, sambil tetap bersinergi dengan berbagai pihak terkait.

Misa malam Natal, yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa sesi, juga menjadi fokus pengawasan. Dengan adanya pengamanan di setiap sesi misa, momen spiritual ini diharapkan berjalan dengan lancar dan hikmat.

Jadwal Misa Natal dan Kegiatan Pendukungnya

Berdasarkan jadwal, misa malam natal akan dibagi menjadi dua sesi, dimulai pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan pada pukul 20.30 WIB. Pengaturan sesi ini bertujuan untuk mengakomodasi jumlah umat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ibadah secara langsung.

Sementara itu, pada hari perayaan Natal, misa Hari Raya akan dilaksanakan dalam empat sesi yang berbeda. Hal ini menunjukkan komitmen gereja dalam memberikan kesempatan yang luas bagi umat untuk merayakan hari suci tersebut.

Misa Pontifikal yang pertama akan dilaksanakan pada pagi pukul 08.30 WIB, dengan sesi khusus anak-anak dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB. Sesi untuk lansia juga disediakan pada sore hari, dilanjutkan dengan misa umum di malam harinya.

Doa Bersama Untuk Korban Bencana

Listyo Sigit menyampaikan pesan penting agar umat tidak hanya fokus pada perayaan, tetapi juga mendoakan para korban bencana seperti banjir dan longsor di Sumatra. Doa ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral kepada mereka yang terkena musibah.

“Mari kita berdoa bersama untuk saudara-saudara kita di Sumatra dan di seluruh negeri agar semuanya selamat dari situasi yang tidak diinginkan,” katanya. Hal ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi, tidak hanya dalam perayaan Natal tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Melalui momen Natal, diharapkan dapat terbangun rasa kebersamaan dan kepedulian di antara sesama, apalagi di saat-saat sulit. Perayaan ini seharusnya menjadi ajang untuk saling mendukung dan mencerahkan satu sama lain.

Related posts